Airlangga Hartarto Bertemu JK Bahas Koalisi Jelang Pilpres 2024

4
Listen to this article

MetroButur.Com, Jakarta- Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto dan Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK) bertemu dan membahas soal Koalisi Besar. Jusuf Kalla mengatakan ide Koalisi Besar bagus, namun perlu upaya besar untuk direalisasikan

“Ya ini tentu ada suatu pikiran tapi dalam praktik politiknya tentu tidak mudah untuk persatukan semuanya, ide ini bagus tapi pelaksanaan secara riilnya tentu membutuhkan suatu upaya yang keras. Tapi kita melihat kenyataan saja sekarang, bahwa terbentuk arah pandang apakah itu tetap 4 atau 3 calon itu akan terjadi,” kata JK, kepada wartawan di kediamannya, Kamis (4/5/2023).

Dilansir dari Detik.Com pada tanggal 6 Mei 2023 JK kemudian bicara soal harapannya terhadap Golkar di Pemilu 2024. Dia berharap suara Golkar di 2024 naik.

“Tentu ada dua hal yang selalu dibicarakan bagaimana Golkar dalam Pemilu mempunyai suara yang cukup atau naik, karena ini bukan hanya bicara Presiden ya, bicara juga tentang legislatif Pemilu ini,” tuturnya.

Wakil Presiden Ke-10 itu juga mengatakan Golkar harus ikut andil dalam kepemimpinan nasional. Ia menambahkan, Golkar pernah punya andil besar dalam kepemimpinan nasional.

Sebelumnya, Golkar dan PKB siap menjadi partai inti atau penggerak koalisi besar atau gabungan dari Koalisi Indonesia Besar (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Airlangga menilai partainya memiliki visi yang sama dengan PKB.

“Kedua tim ini akan duduk meneruskan langkah-langkah teknis. Nah kami merasa tadi malam bertemu Bapak Presiden dan 6 partai lain terkait dengan visi pembangunan ke depan diingatkan Bapak Presiden bahwa 13 tahun ke depan adalah masa persimpangan jalan antara Indonesia jadi negara maju atau berada dalam jebakan negara berpendapatan menengah,” kata Airlangga dalam konferensi pers usai bertemu dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan jajaran, Rabu (3/5/2023) di kawasan Senayan, Jakarta.

Oleh karena itu, ini direspons dengan pertemuan PKB dan Golkar bahwa kita siap untuk menjadi inti daripada menjaga pembangunan ke depan dan juga untuk melakukan komunikasi-komunikasi politik terhadap partai-partai yang ingin melanjutkan program ke depan agar kita tidak jatuh menjadi negara berpendapatan rendah,” lanjutnya.

Laporan: Redaksi

Facebook Comments Box