30 Miliar Disiapkan Dinkes Buton Utara Untuk Bangun Tiga Puskesmas

7
Listen to this article

MetroButur.Com,BUTUR- Pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus digenjot. Perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap, baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun Puskesmas

Program peningkatan sarana dan prasarana dipacu. Selain mengandalkan alokasi 10 persen dari APBD, pembangunan bidang kesehatan juga digenjot melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat.

Tahun ini, tiga fasilitas kesehatan di Kabupaten Buton Utara mendapat alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar. Ketiganya masing-masing Puskesmas Kambowa Selatan sebesar Rp10 miliar, Puskesmas Soloy Agung Rp10 miliar, dan Puskesmas Kulisusu Rp10 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Butur, dr. Izanuddin, menuturkan duit puluhan miliar ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024. Pengalokasiannya untuk pembangunan dan rehabilitasi gedung.

Pemerintah memang perlu menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Program peningkatan sarana dan prasarana yang memadai sangat penting, untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Puskesmas Kambowa Selatan dan Soloy Agung, misalnya. Dua faskes ini merupakan puskesmas yang baru dibangun tahun lalu. Memang sudah beroperasi, namun proses pelayanannya masih sangat terbatas.

Pembangunannya, kata Izanuddin, baru sebatas langkah awal, digagas untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pembentukan puskesmas ini merupakan peningkatan status Puskesmas Pembantu (pustu) yang penganggarannya menggunakan APBD Butur tahun anggaran 2023.

“Kalau yang kami bangun yang lalu (Puskesmas Kambowa Selatan dan Soloy Agung), kan hanya perintisan saja. Untuk yang bagusnya tahun ini,” ungkapnya. Ketiga puskesmas ini rencananya akan dibangun lebih modern, rapi dan megah dengan struktur bangunan dua lantai.

Untuk gedung Puskesmas Kulisusu, rencananya akan dilakukan rehab total. Sebab beberapa bangunannya sudah berusia cukup lama. “Kita akan lakukan pembongkaran gedung. Ada beberapa gedung yang sudah tidak layak pakai, karena usia gedungnya sudah lebih dari 20 tahun. Kita bongkar, kemudian kita tata kembali,” jelasnya.

Tak hanya gedung. Jalur lintas kendaraan di Puskesmas Kulisusu juga akan ditata kembali. Termasuk penempatan posisi pintu masuk dan keluar kendaraan juga akan dirubah. “Termasuk soal skenario untuk lintas kendaraan, awalnya dari samping (pintu keluar-masuk) ke depannya kita rubah, (pintu masuk dari arah samping Rujab Kamali/sebelah Utara),” tambah Izanuddin.

Begitu pula dengan pagar Puskesmas. Rencananya juga akan dibenahi. Semula menggunakan tembok, ke depan akan diubah menjadi terali. Terutama pada sisi barat dan utara karena pada titik ini terdapat tikungan/pertigaan jalan. “Supaya kan (pertigaan/tikungan), khawatir nanti kalau orang lewat terjadi kecelakaaan,” pungkas mantan Direktur RSUD Butur itu. (Adv)

Facebook Comments Box